19 Jan 2026

Kisah Khalid Bin Walid = Pedang Allah di Medan Yarmuk.

Kisah Khalid Bin Walid = Pedang Allah di Medan Yarmuk.

Kisah Khalid bin Walid adalah tentang seorang panglima perang Quraisy yang genius, dijuluki "Pedang Allah" (Saifullah) karena kehebatannya di medan perang, yang akhirnya masuk Islam, menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW, dan memimpin banyak kemenangan Islam, seperti di Pertempuran Yarmuk dan Mu'tah, meskipun ia merasa tidak mati syahid. Awalnya musuh Islam yang memimpin pasukan Quraisy di Uhud, ia mendapat hidayah setelah saudaranya (Al-Walid) mengajaknya, lalu ia hijrah ke Madinah dan menyatakan keislamannya, menjadi salah satu komandan paling disegani di era Rasulullah hingga kekhalifahan. 

Masa Sebelum Islam
Asal-usul: Berasal dari Bani Makhzum, klan terpandang di Quraisy yang bertanggung jawab atas logistik perang.

Kehebatan: Sejak muda sudah ahli berkuda, memanah, bergulat, dan mahir menggunakan pedang, membuatnya menjadi komandan Quraisy yang disegani.

Peran di Perang Uhud: Memimpin serangan kavaleri Quraisy dari belakang, yang menjadi salah satu penyebab kekalahan sementara kaum Muslimin. 

Hidayah dan Masuk Islam
Perubahan: Setelah Uhud, pengalaman dan surat dari saudaranya (yang sudah Muslim) membuatnya merenung, percaya pada kenabian Muhammad SAW, dan memutuskan hijrah ke Madinah.

Syahadat: Masuk Islam sekitar tahun ke-8 Hijriah, menyatakan keislamannya di hadapan Nabi Muhammad SAW bersama sahabat lain seperti Utsman bin Thalhah dan Amr bin Ash.

 
Masa Setelah Islam
"Pedang Allah": Mendapat julukan "Saifullah Al-Maslul" (Pedang Allah yang Terhunus) karena tak terkalahkan dan kejeniusan strateginya.

Peran Militer: Memimpin pasukan Muslim di Pertempuran Mu'tah (ganti pimpinan) dan Pertempuran Yarmuk melawan Romawi, di mana ia memimpin strategi brilian untuk meraih kemenangan besar.

Semangat Jihad: Sangat mencintai mati syahid dan rela berkorban, tak ada sejengkal pun tubuhnya yang tidak terkena luka pedang atau tombak musuh. 

Wafat
Keinginan Mati Syahid: Khalid selalu berharap mati syahid di medan perang, namun Allah SWT menakdirkan ia wafat secara alami (di kasur) setelah melalui banyak pertempuran, menjadi simbol keberanian dan keteguhan iman. 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar