23 Jan 2026

Mu'adz Bin Jabal = Pemimpin Para Ulama Di Akhirat.

Mu'adz Bin Jabal = Pemimpin Para Ulama Di Akhirat.

Kisah Muadz bin Jabal adalah tentang seorang pemuda Anshar cerdas dari Madinah yang menjadi salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW paling berilmu, dikenal sebagai 'pemimpin para ulama di akhirat', ahli halal-haram, dan duta pertama Islam ke Yaman, yang menunjukkan ketakwaannya, kecerdasan akhlaknya (seperti nasihat tentang doa akhir salat dan konsep tauhid), kesederhanaannya (menolak gaji panitia zakat karena merasa diawasi Allah), dan wafatnya yang mulia karena wabah Tha'un setelah berjuang di jalan Allah, meninggalkan teladan ilmu, iman, dan tanggung jawab besar
.

1. Keislaman dan Keilmuan:

  • Masuk Islam di usia muda (sekitar 18 tahun) di Madinah, termasuk Anshar pertama yang menerima dakwah.
  • Belajar langsung dari Nabi SAW, menjadi sangat paham fikih, halal-haram, dan Al-Qur'an, bahkan Nabi menyebutnya paling mengerti halal dan haram.
  • Diberi gelar "Pemimpin Para Ulama di Akhirat" oleh Nabi SAW. 

2. Keteladanan Akhlak dan Ilmu:

  • Nasihat Doa: Nabi menasihatinya untuk tidak lupa doa setelah salat: "Allahumma a'inni ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik" (Ya Allah, tolonglah aku untuk berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik).
  • Pelajaran Tauhid: Dibonceng Nabi, ia diajari hak Allah adalah menyembah-Nya tanpa syirik, dan hak hamba adalah tidak disiksa jika tidak syirik (ilmu yang disembunyikan Nabi agar tidak membuat malas).
  • Ketaatan dan Kejujuran: Saat jadi panitia zakat, ia pulang tanpa gaji karena merasa diawasi Allah (bukan satpam), yang sempat membingungkan istrinya hingga klarifikasi ke Umar bin Khattab. 

3. Misi Dakwah:

  • Diutus Rasulullah menjadi duta dan mubaligh pertama ke Yaman setelah Perang Tabuk.
  • Bahkan di Yaman, ia tetap mengajarkan ilmu dan kebenaran, mengamalkan nasihat Nabi, dan menunaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. 

4. Wafat:

  • Wafat karena wabah Tha'un (kolera) di Syam (Yordania) pada tahun 18 H.
  • Menjelang wafat, ia berdoa dengan penuh harapan dan berkata, "Selamat datang wahai maut. Kekasih tiba di saat diperlukan...", menunjukkan ketenangan dan keimanan mendalam. 

Pesan Utama: Kisah Muadz bin Jabal menekankan pentingnya ilmu agama, ketakwaan, kejujuran, tanggung jawab, dan bagaimana seorang muslim harus selalu siap menghadapi Allah SWT dengan iman yang kuat, bahkan hingga akhir hayat. 

Komentar

Belum ada komentar.

Beri Komentar